Media berbagi berita & ilmu pengetahuan tentang agama Katolik

Katekismus Gereja Katolik (Pendahuluan)

Katekismus Gereja Katolik (Pendahuluan).

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK
CATECHISM OF THE CATHOLIC CHURCH

KONSTITUSI APOSTOLIK
FIDEI DEPOSITUM
BERKENAAN DENGAN PELUNCURAN
"KATEKISMUS GEREJA KATOLIK"
YANG DISUSUN SEHUBUNGAN DENGAN KONSILI VATIKAN II
YOHANES PAULUS II, USKUP
Pelayan para pelayan Allah
sebagai kenangan tetap

Kepada Saudara-saudara terhormat para Kardinal, Uskup Agung dan Uskup, imam dan diaken, dan semua anggota umat Allah.

1. Pengantar

Tuhan telah mempercayakan kepada Gereja-Nya tugas untuk memelihara harta pusaka iman, dan Gereja memenuhi tugas ini pada segala zaman. Konsili Vatikan II, yang dibuka tiga puluh tahun silam oleh pendahulu saya almarhum Yohanes XXIII, mempunyai tujuan dan keinginan menjelaskan perutusan apostolik dan pastoral Gereja, menjadikan kebenaran Injil bersinar dan dengan demikian membimbing semua manusia supaya mencari dan menerima cinta Kristus yang melampaui segala pengetahuan (bdk. Ef 3:19).

Paus Yohanes XXIII memberikan kepada konsili tugas pokok supaya dengan lebih baik memelihara dan menjelaskan harta tidak ternilai ajaran Kristen, agar umat beriman Kristen dan semua manusia yang berkehendak baik dengan lebih mudah dapat memahaminya. Karena itu, pada tempat pertama konsili tidak perlu mengecam kekeliruan zaman itu, tetapi harus berusaha dengan tenang terutama untuk mengusahakan satu uraian yang jelas mengenai kekuatan dan keindahan ajaran iman. Paus berkata pada waktu itu: "Disinari oleh terang konsili ini, Gereja akan bertumbuh dengan kekayaan rohani yang baru, akan mendapat kekuatan dan daya baru dan akan memandang ke depan tanpa perasaan takut. Kita wajib untuk dengan rela dan tanpa takut mengabdikan diri kepada tugas ini yang dituntut oleh zaman kita, dan dengan demikian melanjutkan perjalanan yang telah ditempuh oleh Gereja sejak hampir dua puluh abad" [1].

Dengan bantuan Allah bapa-bapa konsili dalam karya yang memakan waktu empat tahun dapat menyusun sejumlah besar ajaran dan petunjuk pastoral untuk seluruh Gereja. Para gembala dan umat dapat menemukan di dalamnya petunjuk untuk "pembaharuan berpikir, bertindak, susila dan kekuatan moral, kegembiraan dan harapan, seturut tujuan konsili itu" [2].

Sesudah ditutup, konsili tidak berhenti menggerakkan kehidupan Gereja. Dalam tahun 1985 saya dapat mengatakan: "Bagi saya, yang mendapat rahmat yang begitu khusus untuk mengambil bagian pada konsili dan dapat ikut serta secara aktif sampai selesainya, Konsili Vatikan II selalu dan terutama dalam tahun-tahun Pontifikat saya adalah tolok ukur tetap untuk seluruh karya pastoral saya, dan saya telah berupaya dengan sadar, menerapkan petunjuk-petunjuknya secara konkret dan tepat pada tiap Gereja lokal dan pada Gereja seluruhnya. Tanpa henti-hentinya kita harus kembali kepada sumber ini" [3].

Dalam semangat ini telah saya undang pada tanggal 25 Januari 1985 satu sinode luar biasa para Uskup dalam kaitan dengan hari ulang tahun kedua puluh berakhirnya konsili. Tujuan sinode itu ialah menilai rahmat dan buah-buah rohani dari Konsili Vatikan II dan mendalami ajarannya supaya kita dapat mengikutinya dengan lebih baik lagi, demikian pula memajukan pengetahuan tentangnya dan pelaksanaannya lebih lanjut.

Pada kesempatan ini bapa-bapa sinode menegaskan: "Disepakati bersama agar disusun satu katekismus atau dengan lebih tepat satu kompendium mengenai seluruh ajaran iman dan susila Katolik, boleh dikatakan sebagai acuan untuk katekismus atau kompendium yang harus disusun di berbagai wilayah. Penjelasannya harus bersifat biblis dan liturgis, harus menyajikan ajaran yang benar dan serentak disesuaikan dengan kehidupan hari ini" [4]. Sesudah menutup sinode itu saya mengambil alih keinginan ini karena menurut pendapat saya, ini "sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan nyata Gereja universal dan Gereja-gereja lokal" [5].

Sungguh sepatutnya kita bersyukur dengan segenap hati kepada Tuhan pada hari ini karena di bawah judul "Katekismus Gereja Katolik", kami dapat mempersembahkan kepada seluruh Gereja satu teks acuan untuk katekese yang diperbaharui dari sumber-sumber iman yang hidup.

Sesudah pembaharuan liturgi dan revisi kodeks hukum kanonik Gereja Latin dan norma-norma Gereja Katolik Timur, katekismus ini akan menggapai satu sumbangan penting bagi karya pembaharuan seluruh kehidupan Gereja seperti yang dikehendaki dan dimulai oleh Konsili Vatikan II.

2. Jadinya Teks dan Pokok-pokok Pemikirannya

"Katekismus Gereja Katolik" adalah hasil dari suatu kerja sama yang sangat luas jangkauannya: ia dihasilkan dalam waktu enam tahun kerja yang intensif dalam jiwa keterbukaan yang saksama dan semangat yang terdedikasi.

Dalam tahun 1986 saya memberikan tugas kepada satu komisi yang terdiri dari dua belas Kardinal dan Uskup di bawah pimpinan Bapa Kardinal Yosef Ratzinger, supaya mempersiapkan satu rancangan untuk katekismus seperti yang dikehendaki oleh bapa-bapa sinode. Selanjutnya satu tim redaksi yang terdiri dari tujuh Uskup diosesan, demikian pula Para ahli dalam bidang teologi dan katekese membantu komisi ini dalam pekerjaannya.

Komisi itu bertugas, memberi petunjuk dan mengawasi jalannya pekerjaan. Ia menyertai semua langkah redaksi dalam sembilan tahap perumusan berturut-turut dengan penuh perhatian. Pihak tim redaksi telah menerima tanggung jawab untuk menuliskan teks dan memasukkan perubahan-perubahan yang dituntut oleh komisi, serta menilai tanggapan dari sejumlah besar teolog, ekseget dan kateket dan terutama dari Para Uskup seluruh dunia, untuk memperbaiki teks. Tim redaksi itu merupakan satu wadah pertukaran pikiran yang produktif dan memperkaya guna menjamin kesatuan dan keseragaman teks.

Rancangan itu lalu dibicarakan secara luas oleh semua Uskup Katolik, oleh konferensi-konferensi para Uskup atau sinode mereka, selanjutnya oleh lembaga-lembaga di bidang teologi dan katekese. Secara keseluruhan ia mendapat sambutan yang baik dari episkopat, dan dengan alasan kilat orang dapat mengatakan bahwa katekismus ini merupakan hasil kerja sama episkopat Gereja Katolik yang dengan rela telah menerima himbauan saya, dan memikul sahamnya sendiri pada tanggung jawab dalam suatu prakarsa yang begitu langsung menyangkut kehidupan Gereja. Jawaban ini menimbulkan dalam diri saya kegembiraan yang mendalam karena harmoni dari begitu banyak suara benar-benar melukiskan apa yang dapat dinamakan "simfoni" iman. Penerbitan katekismus ini memancarkan dengan demikian hakikat kolegial dari episkopat: ia memberikan kesaksian mengenai katolisitas Gereja.

3. Susunan Isi

Satu katekismus menggambarkan dengan setia dan secara organis ajaran dari Kitab Suci, dari tradisi yang hidup di dalam Gereja dan dari magisterium (wewenang mengajar) yang otentik, demikian juga warisan rohani dari bapa-bapa Gereja, para pria dan wanita kudus dalam Gereja, untuk memperkenalkan lebih baik misteri Kristen dan untuk menghidupkan kembali iman umat Allah. Ia harus memperhatikan perkembangan ajaran yang dalam peredaran waktu dicurahkan Roh Kudus kepada Gereja. Katekismus ini juga harus menjadi satu bantuan bagi orang Kristen supaya dengan terang iman dapat menyinari situasi dan masalah baru yang belum tampak di waktu yang silam.

Karena itu katekismus akan mencakup yang lama dan yang baru (bdk. Mat 13:52) karena iman itu tetap sama, namun serentak merupakan sumber sinar yang selalu baru.

Untuk menjawab keperluan ganda ini, maka "Katekismus Gereja Katolik" di satu pihak menggunakan susunan "lama" dan tradisional, yang sudah diikuti katekismus santo Pius V, dan membagi-bagi materi dalam empat bagian: syahadat; liturgi kudus, terutama Sakramen; kegiatan Kristen, yang dijelaskan dengan bertolak dari perintah-perintah; dan akhirnya doa Kristen. Tetapi serentak seluruh isi sering dipaparkan dalam bentuk "baru" untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan zaman kita.

Keempat bagian itu berhubungan satu dengan yang lain: Misteri Kristen adalah pokok iman (bagian pertama); misteri yang sama dirayakan dan diberikan dalam kegiatan liturgi (bagian kedua); misteri itu hadir, untuk menerangi dan menunjang anak-anak Allah dalam perbuatannya (bagian ketiga); misteri itu merupakan dasar untuk doa kita, yang ungkapan utamanya adalah "Bapa Kami", dan merupakan pokok permohonan kita, pujian kita dan syafaat kita (bagian keempat).

Liturgi itu sendiri adalah doa; karena itu, perayaan ibadat merupakan tempat yang cocok bagi pengakuan iman. Rahmat, buah Sakramen-sakramen, adalah prasyarat mutlak bagi perbuatan kita, demikian pula keikutsertaan kita dalam liturgi Gereja menuntut iman. Tetapi kalau iman tidak menampakkan diri dalam perbuatan, ia mati (bdk. Yak 2:14-16) dan tidak dapat menghasilkan buah untuk kehidupan kekal.

Waktu membaca "Katekismus Gereja Katolik" orang dapat menangkap kesatuan rahasia Allah yang mengagumkan, rencana keselamatan-Nya, demikian pula tempat sentral Yesus Kristus, Putera Allah yang tunggal, yang diutus oleh Bapa, yang oleh naungan Roh Kudus telah menjadi manusia dalam rahim Bunda Maria tersuci untuk menjadi Penebus kita. Setelah wafat dan bangkit, Ia selalu hadir dalam Gereja-Nya, terutama dalam Sakramen-sakramen. Ia adalah sumber iman, contoh kegiatan Kristen dan Guru doa kita.

4. Wibawa Teks

"Katekismus Gereja Katolik", yang saya sahkan pada tanggal 25 Juni 1992 dan yang penerbitannya saya tetapkan hari ini berdasarkan jabatan apostolik saya, adalah satu penjelasan iman Gereja dan ajaran Katolik seperti yang disaksikan dan diterangi oleh Kitab Suci, oleh tradisi apostolik dan oleh Wewenang Mengajar Gereja. Saya mengakuinya sebagai alat yang sah dan legitim dalam pelayanan persekutuan Gereja, selanjutnya sebagai norma yang pasti untuk ajaran iman. Semoga ia dapat melayani pembaharuan yang untuknya Roh Kudus tanpa henti-hentinya memanggil Gereja Allah, tubuh Kristus, penziarah di jalan menuju terang Kerajaan abadi.

Pengesahan dan penerbitan "Katekismus Gereja Katolik" merupakan satu pelayanan yang dapat diberikan pengganti Petrus kepada Gereja Katolik yang kudus dan kepada semua Gereja lokal, yang hidup dalam damai dan persekutuan dengan Takhta Apostolik Roma: yaitu pelayanan untuk menguatkan dan meneguhkan semua murid Tuhan Yesus di dalam iman (bdk. Luk 22:23), dan untuk mengukuhkan ikatan kesatuan dalam iman apostolik yang sama.

Karena itu, saya minta kepada para gembala dan umat beriman agar menerima katekismus ini dalam semangat persekutuan dan mempergunakannya secara cermat dalam memenuhi perutusannya, apabila mereka mewartakan Injil dan mengajak orang untuk hidup menurut Injil. Katekismus ini dipercayakan kepada mereka supaya dapat dipakai sebagai teks acuan yang sah dan otentik untuk penjelasan ajaran Katolik dan teristimewa untuk menyusun katekismus di wilayah-wilayah. Sekaligus ia ditawarkan kepada semua warga beriman yang ingin memperdalam pengetahuannya mengenai kekayaan keselamatan yang tidak habis-habis-nya (bdk. Yoh 8:32). Selanjutnya ia mau memberikan juga satu dukungan untuk upaya-upaya ekumenis, yang mencakup kerinduan kudus menuju kesatuan semua orang Kristen, kalau ia menunjukkan dengan cermat isi dan hubungan yang harmonis dari iman Katolik. Akhirnya "Katekismus Gereja Katolik" dipersembahkan kepada setiap manusia yang bertanya kepada kita mengenai dasar harapan kita (bdk. 1 Ptr 3:15) dan hendak mempelajari apa yang Gereja Katolik imani.

Katekismus ini tidak bertujuan untuk menggantikan katekismus wilayah yang sudah disahkan menurut peraturan oleh otoritas Gereja, oleh Uskup diosesan dan oleh konferensi para Uskup, terutama apabila mereka sudah mendapat pengesahan Takhta Apostolik. Ia bertujuan untuk menggairahkan penyusunan katekismus wilayah yang baru dan untuk membantu mereka yang memperhitungkan situasi dan kultur yang berbeda-beda, namun sekaligus dengan saksama memelihara kesatuan iman dan kesetiaan kepada ajaran Katolik.

5. Penutup

Pada akhir dokumen ini, yang memperkenalkan "Katekismus Gereja Katolik", saya mohon kepada Perawan Maria tersuci, bunda Sabda yang telah menjadi manusia dan bunda Gereja, supaya dengan doa yang berkuasa ia membantu pelayanan katekese dalam seluruh Gereja pada segala tingkat dalam zaman ini karena zaman kita ini dipanggil kepada satu upaya baru demi evangelisasi. Semoga terang iman yang benar dapat membebaskan umat manusia dari ketidakpahaman dan dari perhambaan dosa dan dengan demikian menghantarnya menuju kebebasan satu-satunya yang layak mendapat nama ini (bdk. Yoh 8:23): kebebasan kehidupan dalam Yesus Kristus di bawah bimbingan Rob. Kudus, di dunia ini dan di Kerajaan surga, dalam kepenuhan kebahagiaan pemandangan Allah dari muka ke muka (bdk. 1 Kor 13:12; 2 Kor 5:6-8).

Diberikan pada tanggal 11 Oktober 1992, pada hari ulang tahun ketiga puluh pembukaan Konsili Vatikan II, dalam tahun keempat belas pontifikat saya.

1 John XXIII, Discourse at the Opening of the Second Vatican Ecumenical Council, 11 October 1962: AAS 54 (1962), 788-91.
2 Paul VI, Discourse at the Closing of the Second Vatican Ecumenical Council, 7 December 1965: AAS 58 (1966), 7-8.
3 John Paul II, Discourse of 25 January 1985: L'Osservatore Romano, 27 January 1985.
4 Final Report of the Extraordinary Synod of Bishops, 7 December 1985: the Enchiridion Vaticanum vol. 9, II B a, n. 4:p. 1758, n. 1797.
5 John Paul II, Discourse at the of Closing of Extraordinary Synod of Bishops, 7 December 1985, n. 6: AAS 78 (1986), 435.

Sumber: https://www.stignatiuspj.org/wp-content/uploads/2021/09/katekismus-gereja-katolik.pdf

Bagikan:

Katekismus Gereja Katolik (Perkembangannya)

Katekismus Gereja Katolik dan Perkembangannya:

  1. -70-120 Masehi. Didache. Cikal Bakal Katekese (Ajaran Moral, Baptisan, Ekaristi).
  2. Abad 2-4 Masehi. Bapa Gereja dan Simbol Iman (Penjelasan Iman dan Rumusan Credo).
  3. Abad 13-15 Masehi. Manual Katekese Lokal. Buku-Buku Kecil Pengajaran Dasar Iman Untuk Awam.
  4. Dan seterusnya....

Katekismus Gereja Katolik (Perkembangannya)

Ada Pertanyaan Seputar Katekismus Gereja Katolik (Perkembangannya)? silahkan tuliskan dikolom komentar atau hubungi ke kontak kami!

Bagikan:

Markus 10 1-12 Perceraian

Injil Markus 10:1-12 Perceraian. Injil Markus 10:13-16 Yesus memberkati anak-anak. Injil Markus 10:17-27 Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah. Injil Markus 10:28-31 Upah mengikut Yesus. Injil Markus 10:32-34 Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus. Injil Markus 10:35-45 Permintaan Yakobus dan Yohanes. Bukan memerintah melainkan melayani. Injil Markus 10:46-52 Yesus menyembuhkan Bartimeus

Perceraian

1

Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situ pun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.

2

Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"

3

Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"

4

Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."

5

Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.

6

Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,

7

sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,

8

sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

9

Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

10

Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.

11

Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.

12

Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."

Yesus memberkati anak-anak

13

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

14

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

15

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

16

Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah

17

Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"

18

Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.

19

Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"

20

Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."

21

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

22

Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

23

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."

24

Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.

25

Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

26

Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"

27

Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Upah mengikut Yesus

28

Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"

29

Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,

30

orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

31

Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus

32

Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya,

33

kata-Nya: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,

34

dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit."

Permintaan Yakobus dan Yohanes

Bukan memerintah melainkan melayani

35

Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"

36

Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"

37

Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."

38

Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"

39

Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.

40

Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."

41

Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.

42

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

43

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

44

dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

45

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Yesus menyembuhkan Bartimeus

46

Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

47

Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"

48

Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"

49

Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."

50

Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.

51

Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"

52

Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Sumber Injil Markus 10:1-12 Perceraian. Injil Markus 10:13-16 Yesus memberkati anak-anak. Injil Markus 10:17-27 Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah. Injil Markus 10:28-31 Upah mengikut Yesus. Injil Markus 10:32-34 Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus. Injil Markus 10:35-45 Permintaan Yakobus dan Yohanes. Bukan memerintah melainkan melayani. Injil Markus 10:46-52 Yesus menyembuhkan Bartimeus adalah:
https://alkitab.katakombe.org/perjanjian-baru/markus/markus-10.html

Bagikan:

Bacaan Injil

Hukum seremonial Perjanjian Lama. Dalam kekristenan, fokusnya beralih dari najis secara fisik menjadi kebersihan hati dan pikiran, karena batasan hukum makanan Yahudi telah digenapi di dalam Kristus

KGK Credo

Bimbingan Katolik

Kirimkan Pesan Anda

Nama

Email *

Pesan *